SEKILAS INFO

     » GUYUP RUKUN ANGGAWE SANTOSO      » MOTTO KAMI " MEMBANGUN ETOS KERJA UNTUK MENINGKATKAN KINERJA "      » SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINKOPERINDAGPAR
Rabu, 15 Juni 2016 - 08:51:49 WIB
Perkembangan Koperasi di Kabupaten Madiun sampai dengan Tahun 2015

Diposting oleh : dinkoperindagpar
Kategori: Bidang Koperasi - Dibaca: 285 kali

Kehidupan Koperasi sebagai penyangga ketahanan UMKM perlu dikembangkan karena masih banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang kekurangan modal dalam pengembangan usahanya, sehingga diharapkan dengan adanya Koperasi Simpan Pinjam dapat membantu perkembangan UMKM menjadi usaha yang tangguh dan mandiri. Selain itu Koperasi juga berfungsi dalam meningkatkan peran UKM/UMKM dalam pembangunan daerah, penciptaan lapangan kerja, pemerataan pendapatan, pertumbuhan ekonomi dan pengentasan rakyat dari kemiskinan 

Koperasi aktif adalah koperasi yang dalam dua tahun terakhir mengadakan RAT (Rapat Anggota Tahunan) atau koperasi yang dalam tahun terakhir melakukan kegiatan usaha. Persentase koperasi aktif Kabupaten Madiun mengalami peningkatan dari tahun 2013 s/d 2015 yaitu sebesar 82,50%, 84% dan 84,6%. Persentase Koperasi aktif dihitung berdasarkan jumlah koperasi aktif dibandingkan jumlah seluruh koperasi x 100%. Dimana koperasi aktif tahun 2015 berjumlah 612 unit dan keseluruhan koperasi berjumlah 728 unit. Untuk mencapai kinerja pada indikator sasaran Persentase koperasi aktif tersebut ,Pemerintah Kabupaten Madiun melaksanakan program nasional yaitu Program peningkatan kualitas kelembagaan koperasi dan program pembinaan lingkungan sosial bagi masyarakat atau anggota koperasi yang didukung melalui kegiatan Bimbingan Teknis bagi SDM Koperasi di bidang Kelembagaan maupun Usaha Koperasi.

 

Permasalahan:

  1. Sumber daya manusia (SDM) yang kurang memahami masalah pembukuan sehingga sulit juga melakukan pertanggungjawaban kepada anggota.
  2. Kurang berkembangnya koperasi juga berkaitan sekali dengan kondisi modal keuangan badan usaha tersebut
  3. Banyak anggota, pengurus maupun pengelola koperasi kurang bisa mendukung jalannya koperasi. Dengan kondisi seperti ini maka koperasi berjalan dengan tidak profesional dalam artian tidak dijalankan sesuai dengan kaidah sebagimana usaha lainnya.
  4. Tingkat partisipasi anggota koperasi masih rendah, ini disebabkan sosialisasi yang belum optimal

 

Strategi pemecahan masalah

  1. Manajemen koperasi harus diarahkan pada orientasi strategik dan gerakan koperasi harus memiliki manusia-manusia yang mampu menghimpun dan memobilisasikan berbagai sumber daya yang diperlukan untuk memanfaatkan peluang usaha. Oleh karena itu koperasi harus teliti dalam memilih pengurus maupun pengelola agar badan usaha yang didirikan akan berkembang dengan baik.
  2. melakukan pengawasan terhadap lembaga koperasi melalui pembentukan badan pengawas koperasi yang ditujukan bagi pengawasan terhadap lembaga tersebut, agar perjalanan operasional koperasi sesuai dan tidak menyalahi peraturan perundang-undangan yang ada

 

Rencana Tindak Lanjut

 

Upaya Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Pariwisata Dalam mewujudkan peningkatan jumlah koperasi aktif di Kabupaten Madiun tahun 2016 adalah melalui pembinaan SDM koperasi, pelatihan kelembagaan, pelatihan usaha, memberikan fasilitasi kemitraan serta monitoring secara berkelanjutan terhadap koperasi-koperasi yang ada di kabupaten Madiun.