SEKILAS INFO

     » GUYUP RUKUN ANGGAWE SANTOSO      » MOTTO KAMI " MEMBANGUN ETOS KERJA UNTUK MENINGKATKAN KINERJA "      » SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINKOPERINDAGPAR
Rabu, 15 Juni 2016 - 08:48:06 WIB
Situs Ngurawan

Diposting oleh : dinkoperindagpar
Kategori: Bidang Pariwisata - Dibaca: 250 kali

Dusun Ngrawan, Desa/Kecamatan Dolopo bakal disulap jadi objek wisata sejarah. Pemkab Madiun pun serius untuk menghidupkan kembali Kerjaan Ngurawan ini. Bahkan, dalam waktu dekat kawasan situs peninggalan bersejarah itu bakal dibangun sebuah gapura yang bernilai ratusan juta rupiah.

Pembangunan fisik yang digawangi Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Pariwisata (Dinkoperindagpar) Kabupaten Madiun telah dirancang sedemikian rupa. Tidak asal jadi, tapi disesuaikan dengan tema kawasan tersebut. ‘’Triwulan pertama (Januari-Maret) kami matangkan perencanaannya. Model gapura harus dirembug bersama pakar sejarah dan warga setempat,’’ terang Kabid Pariwisata Dinkoperindagpar Kabupaten Madiun Isbani.

Gambaran awal, gapura yang dibangun persis di pintu masuk jalan dusun atau di pinggir Jalan Raya Madiun-Ponorogo itu bernuansa kuno. Era pra-Majapahit sebagaimana keberadaan Kerajaan Ngurawan tersebut. ‘’Bisa jadi nanti dibangun dengan menggunakan struktur batu bata ekspos yang kental nuansa klasik,’’ terangnya.

Setelah konsep matang, pembangunan fisik gapura akan direalisasi pada triwulan kedua (April-Juni) nanti. Diharapkan proses pengerjaannya tak sampai melampaui triwulan kedua tersebut. ‘’Setelah ada gapura, keberadaan situs sejarah di Dusun Ngrawan diharapkan bisa lebih aman. Juga masyarakat yang hendak berkunjung bisa melihat tanda masuk dengan lebih jelas dan tak bingung lagi,’’ imbuhnya.

Untuk pembangunan gapura, Dinkoperindagpar Kabupaten Madiun telah menyiapkan dana Rp 199,5 juta. Duit dari APBD 2016 itu sengaja dialokasikan untuk merealisasikan Dusun Ngrawan sebagai salah satu destinasi wisata sejarah di Kabupaten Madiun. ‘’Potensi pariwisata sejarah Kerajaan Ngurawan sejauh ini belum tergali maksimal. Pelan tapi pasti, semua kami tata dan siapkan menjadi desa wisata baru,’’ tuturnya.

Rosidin, tokoh masyarakat setempat, menambahkan di dusunnya memang tersimpan banyak peninggalan sejarah. Bahkan, dimungkinkan masih banyak situs penting lain yang masih terkubur rapat di dalam bumi. ‘’Sejauh ini juga sudah banyak peneliti sejarah yang datang. Baru-baru ini bahkan juga ada peneliti dari Brunei Darussalam yang ke sini,’’ ungkapnya.

Di dusun ini terdapat beberapa situs penting peninggalan zaman dahulu. Di antaranya Patung Parwati, yoni, bejana hingga sebuah kolam bekas petirtaan kuno. Persis di belakang Masjid Maqomul Hidayah juga terdapat makam Kyai Zainal yang merupakan sesepuh Dusun Ngrawan. ‘’Situs-situs di sini tidak berdiri sendiri, memiliki keterkaitan dengan beberapa situs di daerah lain,’’ terangnya.

Menurut Rosidin, masih banyak teka-teki yang belum terungkap secara gamblang di dusunnya. Karena itu, upaya penelitian dan diskusi perlu digalakkan lebih intens. ‘’Kami berharap perhatian pemerintah dalam pemeliharaan cagar budaya itu bisa lebih nyata. Tidak sebatas pendekatan fisik tetapi juga memberikan dukungan moril untuk pelestarian kawasan sejarah ini. Setidaknya, setahun sekali ada even budaya untuk pelestarian kawasan Ngrawan ini,’’ pungkasnya